
Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan bertajuk “Merintis dan Membangun Start-Up Kopi Berbasis Kearifan Lokal” yang dilaksanakan pada 23 November 2025 pukul 13.00 WIT hingga selesai di Ruang Rapat Gedung Dekanat FEB Uncen. Kegiatan ini menghadirkan Yafet Wetipo, Owner Highland Roastery sekaligus pengusaha produk olahan Kopi Papua, sebagai narasumber utama yang membagikan pengalaman dan pengetahuan seputar pengembangan bisnis kopi lokal kepada mahasiswa Program Studi Manajemen.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan kepada mahasiswa mengenai pengolahan produk kopi menjadi produk bernilai bisnis pemula yang memiliki potensi pasar dan daya saing. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai tahapan membangun usaha kopi mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, strategi branding, pemasaran produk, hingga pentingnya mempertahankan identitas lokal Papua sebagai nilai tambah usaha. Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif dan berbagi pengalaman mengenai tantangan membangun usaha berbasis potensi daerah.

Yafet Wetipo menyampaikan bahwa kopi Papua memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi produk unggulan apabila dikelola secara profesional dan inovatif. “Anak muda Papua harus berani memulai usaha dari potensi lokal yang dimiliki daerah sendiri. Kopi Papua bukan hanya komoditas, tetapi juga identitas dan peluang ekonomi yang besar,” ungkapnya di hadapan peserta kegiatan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam sesi tanya jawab mengenai peluang bisnis kopi dan pengembangan usaha kreatif berbasis sumber daya lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses membangun usaha berbasis kearifan lokal sekaligus termotivasi untuk menciptakan inovasi bisnis yang bernilai ekonomi. Program Studi Manajemen FEB Universitas Cenderawasih berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya mencetak mahasiswa yang kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal Papua.
